Linda Mayasari - detikHealth
Jakarta, Selama ini suplemen vitamin E dinyatakan dapat membantu mencegah masalah medis dalam penuaan dan gagal ginjal pada wanita. Tapi studi terbaru menunjukkan bahwa vitamin E tidak akan mengurangi risiko gagal jantung pada wanita.
"Penggunaan suplemen vitamin E untuk mengurangi risiko penyakit kardiovaskular sampai saat ini belum cukup bukti," kata para peneliti dari Massachusetts General Hospital, Brigham and Women's Hospital and Harvard Medical School seperti dikutip dari CBCNewsHealth, Senin(26/3/2012).Penggunaan suplemen yang umumnya berupa gel kapsul menjadi kontroversi di berbagai bidang selama beberapa tahun belakangan ini.
Pada tahun 2006, Health Canada melaporkan bahwa vitamin E alami dalam makanan seperti biji-bijian, kacang-kacangan, sayuran berdaun hijau dan minyak nabati tertentu lebih aman untuk kesehatan daripada suplemen yang berdosis tinggi.
Badan medis lain juga memperingatkan orang yang mengonsumsi suplemen vitamin E dosis tinggi. Orang yang mengonsumsi suplemen tersebut masih meyakini bahwa suplemen vitamin E dapat mencegah penyakit.
Sebuah studi di Amerika yang dirilis pada bulan Oktober 2011 menyimpulkan bahwa, pria yang mengkonsumsi 400 internasional unit (IU) vitamin E dapat meningkatkan risiko kanker prostat.
Dari studi tersebut, para ahli menyimpulkan bahwa vitamin E tidak meningkatkan maupun menurunkan risiko gagal jantung di antara para wanita.
Para peneliti menyatakan bahwa, vitamin E sebaiknya tidak digunakan untuk mengurangi risiko gagal jantung. Untuk mengurangi risiko tersebut sebaiknya gunakan metode yang benar yaitu dengan mengendalikan tekanan darah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar